Prabu Geusan Ulun - Pangeran Angkawijaya (Kerajaan Sumedang Larang)
Keywords:
Prabu Geusan Ulun, Pangeran Angkawijaya, Sumedang LarangSynopsis
Pada abad ke-16, Pangeran Angkawijaya naik tahta sebagai
Prabu Geusan Ulun memimpin Kerajaan Sumedang Larang. Di
tengah bergolaknya Sunda akibat runtuhnya Pakuan Pajajaran
oleh Kesultanan Banten, takdir besar menghampiri Sumedang
Larang. Empat patih kepercayaan Pajajaran (Kandaga Lante)
secara rahasia membawa dan menyerahkan Mahkota Emas
Sanghyang Bakeke (Binokasih) kepada Geusan Ulun.
Penyerahan pustaka tersebut mentasbihkan Sumedang Larang
sebagai penerus sah takhta dan kebudayaan Sunda (Pajajaran).
Namun, puncak kejayaan kerajaan diuji oleh keputusan hati
sang raja. Terjadinya prasangka dan cinta terlarang membuat
Prabu Geusan Ulun membawa Ratu Harisbaya istri dari
Panembahan Ratu Cirebon ke Sumedang Larang. Peristiwa ini
memicu ketegangan diplomatik dan ancaman perang saudara
antara Cirebon dan Sumedang. Untuk meredam pertumpahan
darah demi kedamaian rakyatnya, Geusan Ulun mengambil
keputusan strategis: melepaskan wilayah Majalengka sebagai
kompensasi (penebusan) kepada Cirebon.
Kisah Prabu Geusan Ulun adalah epik kepemimpinan,
legitimasi trah Pajajaran, serta pergolakan antara kehormatan,
kebudayaan, dan pengorbanan politik demi kelangsungan tatanan
tanah Priangan.
