Sejarah Perjuangan dan Diplomasi Kesultanan Banten (Konsep Perjuanagan Kerakter Islam)

Authors

Dr. Sutarman, S.T., S.Kom., M.M., M.Pd.

Keywords:

Sejarah, Perjuangan, Diplomasi, Kesultanan Banten

Synopsis

Penelitian ini mengkaji sejarah perjuangan dan diplomasi Kesultanan Banten, khususnya pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, sebagai pengejawantahan dari konsep perjuangan berkarakter Islam. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah (historiografi) terhadap naskah dan dokumen korespondensi kontemporer, kajian ini menganalisis bagaimana nilai-nilai teologis diintegrasikan ke dalam kebijakan politik, militer, dan luar negeri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan Banten berhasil memadukan prinsip Siyasah Syar'iyyah (tata kelola politik Islam) dan Muamalah Internasional untuk membangun jaringan pelabuhan bebas dan kosmopolitan yang menolak monopoli dagang sepihak kongsi barat (VOC). Ketika kedaulatan ekonomi dan wilayah terancam, doktrin Jihad fi Sabilillah dan semangat Hubb al-Wathan min al-Iman (cinta tanah air bagian dari iman) ditransformasikan menjadi motor penggerak perlawanan gerilya serta ketahanan militer yang asimetris. Sebaliknya, friksi internal yang berujung pada Perjanjian 1684 oleh Sultan Haji merefleksikan kerapuhan karakter moral akibat politik adu domba kolonial. Secara keseluruhan, sejarah Kesultanan Banten menegaskan bahwa diplomasi dan perjuangan Islam bukan sekadar taktik politik, melainkan cerminan dari kepemimpinan yang berlandaskan keadilan, kemaslahatan umat, dan keteguhan akhlak dalam melawan kezaliman.

Published

July 24, 2026

License

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.